Aksi Sosial
Program Sosial, Berbagi & Kunjungan Komunitas Mitra Devata ke Panti Asuhan, dll.
Mitra Devata, Sehat, Hobi dan Kasih

Olahraga sangat diperlukan dalam upaya mempertahankan kesehatan tubuh setiap orang.
Tidak sedikit orang rela merogoh kocek dan mengeluarkan uang dalam jumlah besar supaya bisa “berolah raga” demi kesehatannya.
Orang mengatakan sehat itu mahal, karena sakit akan menghabiskan biaya dan membawa penderitaan/rasa sakit bagi penderita.
Lebih baik menjaga kesehatan dengan berolah raga yang pantas dan sesuai kebutuhan tubuh. Sepakbola, tidak dapat dilepaskan dari “getaran” olahraga dunia.
Serasa dunia ini senyap kalau sepakbola dihentikan. Sepakbola dengan pasti telah mengolahragakan semua lapisan masyarakat.
Mereka yang bermain di lapangan, dan mereka yang menonton pun terlibat dalam olahraga.
Berteriak atau melompat-lompat saat tim kesayangannya mencetak gol, adalah bagian olahraga. Jadi sepak bola bukan sekadar hobi tapi juga sehat.
Namun MITRA DEVATA telah melengkapinya dengan KASIH. Sejatinya ketika masa jayanya klub kebanggaan masyarakat Bali yang ambil bagian dalam Liga Indonesia saat itu, Gelora Dewata, geliat sepak bola di Bali cukup hangat.
Sejumlah anak muda di Bali tampil menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan bahkan dengan pasti lalu melangkah ke pentas sepak bola nasional. Sungguh membanggakan.
Masih terasa dan diingat jelas bagaimana masyarakat dari berbagai Banjar dan daerah di Bali menyemut datang ke Stadion kebanggaan dan terbesar di Bali saat itu, Stadion I Gusti Ngurah Rai, guna mendukung anak-anak muda tersebut dalam pertandingannya di Liga Indonesia saat itu.
Seiring perjalanan waktu, gegap-gempita sepak bola di Bali pun mulai meredup. Anak-anak muda Bali yang sangat membanggakan itu pun bersama usia dengan pasti keluar dari pentas sepak bola Liga Indonesia.
Nama-nama yang sering diteriakkan dari pinggir lapangan: Wayan Sukadana…..Ida Bagus Mahayasa…..Komang Mariawan…. dst….. mulai menghilang dan menghilang bersama berpindahnya base klub Gelora Dewata ke luar Pulau Bali.
Adalah kejutan besar, ketika mengetahui bahwa putra Bali yang dulu sangat membanggakan itu, saat ini terus bergabung dan bersemangat dalam sepak bola.
MITRA DEVATA, yang dibangun oleh Bpk. Purwanto telah kembali menyatukan mereka dalam satu wadah untuk melanjutkan upaya menghangatkan dunia sepak bola di Bali, khususnya.
Usia sudah tidak muda lagi, kegiatan utama untuk mencari kebutuhan hidup dan keluarga sudah banyak menyita waktu di tempat mengumpulkan rezeki adalah halangan besar untuk banyak terlibat dalam dunia bola.

KASIH telah melengkapi hobi dan keinginan memertahankan kesehatan yang dimiliki oleh Pak Purwanto untuk mengumpulkan para mantan pesepak bola di Bali dan sekaligus menjadi bagian dari MITRA DEVATA.
Dalam berbagai kesibukan bisnis, namun selalu mememberikan waktu, fasilitas dan HATI serta KASIH telah memungkinkan MITRA DEVATA bangkit untuk memberikan nilai tersendiri bagi insan sepak bola.
Kini sebagian dari putra Bali yang pernah membanggakan masyarakat bola Bali, telah berkumpul lagi untuk bisa terus menyalurkan hobi sambil menjaga kesehatan dalam semangat yang dibingkai kasih dan kekeluargaan yang telah dibangun oleh Bpk Purwanto. Semangat Sehat, Hobi dan Kasih ini ternyata sudah dikembangkan sampai ke ranah luar dunia bola.
MITRA DEVATA dengan caranya telah membagikan KASIH kepada anak-anak yang karena berbagai kondisi menjalankan hidup di panti asuhan.
Menjelang Hari Raya Natal 2016, MITRA DEVATA telah berbagi kasih dengan mengunjungi anak-anak di Panti Asuhan Sidhi Astu, di Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara. Tampak kegembiraan yang lepas baik dari para anggota MITRA DEVATA maupun anak-anak Panti.
Ketulusan hati dan Kasih semoga selalu menjadi jiwa dan semangat MITRA DEVATA.
