Mitra Devata Komunitas mantan pemain sepak bola Indonesia asal Bali Legend Mitra Devata sudah menginjak di usia 9 tahun.
Usia yang bisa dikatakan tidak lagi dibilang hanya komunitas sepak bola biasa, namun juga harus dipikirkan inovasi-inovasi terbaru dalam mengembangkannya.
Hal ini disampaikan Founder Legend Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso seusai Legend Mitra Devata bertanding melawan WTA FC di Lapangan Penataran Agung Kedonganan, Sabtu (25/5).
Pihaknya mengharapkan, di usia ini ke depannya harus ada manfaat ekonomi yaitu usaha bersama guna menjadi wadah semakin solidnya para mantan pemain sepak bola yang tergabung di Mitra Devata.
Usaha yang akan dikemas dalam bentuk koperasi ini nantinya memiliki tujuan untuk kesejahteraan anggota Mitra Devata.
“Dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya.
Sependapat apa yang disampaikan Purwanto, seluruh pemain Legend Mitra Devata sangat setuju dengan rencana tersebut.
Legend Mitra Devata yang selesai melakukan pertandingan persahabatan melawan WTA FC akan menghadapi tim asal Malaysia pada akhir bulan Juni nanti.
Dilansir dari Porosinformatif.com, Legend Mitra Devata menang dengan skor 5-2 atas WTA FC asal Karangasem.
Meski diisi para pemain muda usia di bawah 30 tahun, WTA FC harus mengakui keunggulan komunitas mantan pemain Liga Indonesia asal Bali Legend Mitra Devata.
Agus Desi striker lincah Legend Mitra Devata membuka keunggulan 1-0 setelah baru beberapa menit masuk menggantikan Purwanto di menit ke 12.
Memanfaatkan umpan cipball Gangga Mudana dari tengah, Agus Desi mampu melewati pemain belakang WTA FC yang dikawal Leo dan Buda Nugraha.
Babak pertama Legend Mitra Devata unggul sementara 2-0. Gol kedua dicetak bek kiri Asep pada menit ke-16.
Gol kedua tercipta dari akselerasi RA12 di depan dengan jeli melihat Asep akan melakukan overlap, RA12 melepas umpan terukur dan terarah.
WTA FC di pertengahan babak kedua, menit ke-48 berhasil memperkecil ketertinggalan 1-2 atas Legend Mitra Devata.
Iqbal pemain gelandang WTA FC mampu melihat situasi, di mana saat itu Agus Salim Penjaga Gawang Legend Mitra Devata diposisi sedikit jauh dari gawangnya.
Bola keras panenkanya mampu melewati Agus Salim dengan sempurna.
Selisih 1 gol skor sementara, WTA FC memiliki inisiatif terus menyerang untuk menyamakan kedudukan.
Namun fakta di lapangan berbeda, meski usia terlampau jauh, Legend Mitra Devata dengan sarat pengalaman bermain, justru malah melebarkan keunggulan.
Gol ketiga Legend Mitra Devata kali ini disumbang IB Mahayasa. Baru saja masuk menggantikan Komang Mariawan, Mahayasa langsung on-fire dengan mencatatkan namanya di papan skor, sehingga merubah kedudukan skor sementara 3-1 untuk timnya.
Pertandingan baru berjalan 10 menit di babak ketiga, Agus Desi kembali mencetak angka dan merubah skor menjadi 4-1.
Namun tidak lama berselang, Arya pemain depan WTA FC mampu memperkecil kedudukan menjadi 4-2.
Permainan dari kaki ke kaki WTA FC sekilas nampak mendominasi jalannya pertandingan di babak ketiga.
Namun I Wayan Adnyana Utamantara, Koordinator WTA FC mengakui timnya masih kalah kelas dan pengalaman. Dan harus menerima kekalahan 5-2 dari Legend Mitra Devata.
Gol penutup Legend Mitra Devata dicetak YD22 menjelang akhir pertandingan.
“Terima kasih Legend Mitra Devata yang pada sore hari ini mau bertanding bersama kami (WTA FC). Kami sangat senang karena hari ini mendapatkan pengalaman bertanding dan bermain sepak bola. Semoga ke depan bisa rematch dan kami akan mempersiapkan dengan lebih baik lagi,” tutur Wayan Adnyana.*

