Tepat tanggal 15 Januari 2026, Komunitas sepak bola Mitra Devata memasuki usia ke-11 dengan catatan pencapaian yang membanggakan. Di bawah koordinasi Purwanto, Mitra Devata terus menegaskan eksistensinya sebagai komunitas sepak bola yang tidak hanya aktif bertanding, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia sepak bola di Bali.
Salah satu pencapaian terbesar Mitra Devata hingga usia ke-11 ini adalah kualitas lisensi kepelatihan para anggotanya. Sekitar 98 persen anggota Mitra Devata telah mengantongi sertifikat pelatih sepak bola level nasional, mulai dari Lisensi D hingga Lisensi A. Bahkan, salah satu anggota Mitra Devata, Wayan Sukadana, pemegang Lisensi A, pernah sukses membawa Tornado FC promosi dari Level 3 ke Level 2.
Tak hanya itu, hampir seluruh anggota Mitra Devata kini menjadi sosok yang dibutuhkan berbagai klub. Jika sebelumnya belum banyak yang melirik, kini para anggota Mitra Devata justru menjadi rebutan untuk memberikan bimbingan dan pelatihan. Purwanto sendiri sebagai koordinator komunitas juga memiliki Lisensi C Nasional serta telah mempersembahkan Log Book Lisensi C PSSI–AFC.
Pada perayaan ulang tahun ke-11 ini, Mitra Devata mengusung tema “Berdiri Tegak dan Berjaya Selamanya”, sebuah refleksi dari semangat kebersamaan dan komitmen jangka panjang komunitas.
Dalam hal perekrutan anggota, Mitra Devata menegaskan tidak bersikap ambisius, khususnya terhadap mantan pemain profesional yang telah pensiun. Menurut Purwanto, menjadi anggota Legend Mitra Devata bukanlah hal yang mudah. Setiap calon anggota harus melalui penilaian karakter, etika, dan sikap, sebagaimana pesan almarhum Made Sonny Kawiarda, pendiri Mitra Devata. Ia berpesan bahwa komunitas hanya boleh menerima pemain dengan karakter dan etika yang baik agar tidak merusak keharmonisan dari dalam.
Sejak awal berdiri, banyak pemain lokal maupun asing yang ingin bergabung. Namun, hingga kini hanya empat pemain asing yang benar-benar dinilai layak menjadi bagian dari Mitra Devata, yakni Gustavo Chena, Anderson Da Silva, Javier Roca, dan Oscar Aravena.
Keharmonisan komunitas selama 11 tahun terakhir dijaga dengan pendekatan kekeluargaan. Tidak hanya para pemain, Mitra Devata juga merangkul keluarga, termasuk para istri anggota. Di dalam komunitas, tidak ada perbedaan perlakuan antara mantan pemain top dan non-pemain profesional. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga nama baik Keluarga Besar Legend Mitra Devata, agar tetap menjadi contoh dan panutan.
Ke depan, Mitra Devata memiliki angan-angan besar untuk mendirikan Diklat Mitra Devata. Dari berbagai pertandingan keliling Bali, komunitas ini kerap menemukan bakat-bakat muda potensial. Dengan adanya diklat, Mitra Devata berharap dapat menjadi salah satu penyumbang pemain berbakat dan andal bagi sepak bola Bali.
Sementara itu, rangkaian acara HUT ke-11 Mitra Devata digelar secara sederhana, meliputi sambutan, tiup lilin, dan ramah tamah. Kesederhanaan ini dipilih karena banyak anggota yang sedang menangani tim atau berada di luar kota. Namun bagi Mitra Devata, yang terpenting bukan kemeriahan acara, melainkan makna perayaan yang tetap sejalan dengan nilai dan garis perjuangan yang telah diwariskan oleh almarhum Made Sonny Kawiarda.
Perayaan juga dimeriahkan dengan pertandingan persahabatan antara Mitra Devata vs Brothers FC pada hari sabtu 24 Januari 2026, dan dilanjutkan keesokan harinya (Minggu/25/2026) Mitra Devata vs Old Star Kelana.

